Indonesia akan mengeluarkan uang pecahan baru dengan nominal Rp. 10.000,-. Rencananya uang baru ini akan dibuat 500 juta lembar pada tahap pertama tanggal 1 Juni nanti. Bank Indonesia mengeluarkan pecahan Rp.10.000,- baru ini salah satunya dikarenakan kemiripan warna dengan Rp.100.000,- yang sering tertukar. Maka dari itu, Bank Indonesia mengeluarkan dengan warna yang berbeda. Bedanya pada Rp. 10.000,- dulu, warnanya merah keunguan dan yang baru warnanya berubah menjadi biru muda.
Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Rochadi, perubahan desain tersebut agar masyarakat tidak keliru membedakan uang Rp 10.000 dengan Rp 100 ribu. Untuk tahap awal, BI akan mencetak lebih dari 500 juta lembar. "Secepatnya akan kita cetak yang baru," kata Budi di BI Jakarta Rabu 23 Desember 2009.
BI juga akan mencetak uang koin baru nominal Rp 1.000. Rencananya koin Rp 1.000 itu akan menggantikan uang kertas Rp 1.000. Namun penarikan terhadap uang kertas belum dilakukan, menunggu kebutuhan dari masyarakat. "Sementara ini kita masih sejajar, uang koin ada uang kertas masih ada, tapi nantinya akan ada penarikan uang kertas Rp 1.000 sedikti demi sedikit," jelasnya.
Keuntungan mencetak uang logam meski biayanya lebih mahal dibanding uang kertas adalah uang logam lima kali lipat lebih awet.
Sebelumnya Deputi Direktur Direktorat Pengedaran Uang BI Yopie D Alimudin mengatakan selama ini sirkulasi uang logam jarang kembali ke BI. Mencetak uang koin biayanya lebih mahal dibanding uang kertas. "Kita harapkan usia edarnya lama, namun hilangnya
di masyarakat menjadi lebih mahal," katanya kepada VIVAnews di Jakarta Selasa 22 Desember 2009.
Yopie mencontohkan untuk uang koin Rp 100, mempunyai nilai intrinsik Rp 74. Namun untuk uang koin Rp 1.000, nilai intrinsiknya Rp 300. Sementara untuk uang kertas, paling mahal adalah Rp 100.000 yang nilai intrinsiknya Rp 1.000.
ini dia uang 10.000 kita dari masa ke masa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar